Karantina Pertanian Cilegon, Tingkatkan Pengawasan Pelabuhan Merak 24 Jam Non Stop

  • Bagikan

Cilegon – Siapa yang tak kenal dengan Pelabuhan Penyebrangan Merak – Bakauheni. Pelabuhan laut yang menghubungkan dua pulau dengan penduduk terpadat yaitu Pulau Jawa dengan Pulau Sumatera.

Pelabuhan Penyebrangan Merak memiliki tujuh dermaga bongkar muat dengan jadwal setiap 30 menit pada tiap dermaga secara bergantian atau ada lebih dari 10 ribu truk dan mobil pribadi yang melakukan penyebrangan.

Sebagai jalur perdagangan antar pulau, pelabuhan tersebut memegang perekonomian tertinggi dimana lalu lintas media pembawa Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Penganggu Karantina (OPTK). Bahkan Pelabuhan Penyebrangan Merak – Bakauheni dinilai sebagai zona rawan penyelundupan komoditas pertanian ilegal dan satwa liar.

Untuk itu, Karantina Pertanian Cilegon memperketat pengawasan dengan membangun pos pantau sebagai bentuk pengawasan, pengendalian terjadinya penyelundupan. Dan juga sebagai sarana sosialisasi kepada masyarakat agar patuh terhadap peraturan karantina.

Kepala Karantina Pertanian Cilegon, Arum Kusnila Dewi mengatakan bahwa pihaknya telah menyiagakan pejabat karantina selama 24 jam penuh dengan sistem kerja shift.

“Kepada masyarakat yang membawa hewan dan produknya serta tumbuhan dan juga tutunannya mohon untuk selalu melaporkan kepada pejabat karantina,” tegas Arum saat ditemui dikantor, Senin (22/2/2021).

Senada dengan Arum, Kepala Pusat Kepatuhan, Kerjasama dan Informasi Perkarantinaan Junaidi juga memberikan apresiasi kepada Karantina Pertanian Cilegon. “Mantap, wasdak semakin optimal,” tulis Junaidi dalam pesan singkat.

Wasdak yang dimaksud merupakan singkatan dari pengawasan dan penindakan yang berperan sebagai melakukan pengawasan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan dibidang karantina hewan dan karantina tumbuhan serta keamanan hayati hewan dan nabati.

  • Bagikan