Rentan Bermunculan Aliran Sesat, Dewan Dakwah Banten Siapkan Pengkaderan Dai

  • Bagikan

SERANG – Ketua Dewan Dakwah Provinsi Banten, Syamsuddin mengatakan di Provinsi Banten jumlah pendakwah masih kurang ideal dibandingkan dengan jumlah masjid, dan pondok pesantren yang ada di Banten. Ia mengkhawatirkan aliran sesat rentan terjadi karena kurangnya penyiaran tentang keagamaan islam.

“Masih kurang karena tidak berimbang, coba jumlah mesjid, pesantren dan majelis taklim, dibanding dengan jumlah ustad kekurangan,” ujarnya usai Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) dan peresmian Masjid Khoiru Ummah di Lingkungan Kalanganyar, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Minggu (14/3/2021).

Ia menjelaskan, paling tidak setiap desa atau kelurahan ada satu dai, sehingga penyiaran tentang keagamaan dapat disebarluaskan secara menyeluruh hingga ke penjuru kampung.

“Idealnya, target minimal 1 dai satu desa, kalau ada orang sejuta umat itu kebanyakan, di Banten aja banyak desa,” ucapnya.

Menurutnya, dengan minimnya jumlah pendakwah dikhawatirkan adanya aliran sesat yang mudah untuk mendoktrin pemikiran masyarakat. Terlebih beberapa waktu lalu ditemukan adanya 16 warga yang diduga menjadi pengikut aliran Hakekok di Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang.

“Kendala pertama kondisi umat yang kelihatan pemahaman keislaman yang lemah, dan aliran sesat itu banyak faktor bukan hanya pemahaman tapi juga ekonomi, ada usaha dari luar,” ucapnya.

Syamsuddin mengatakan, keberadaan dewan dakwah salah satunya untuk menangkal gerakkan kemurtadan.

“Sebetulnya kesesatan itu tidak akan terjadi kalau aqidahnya sudah lurus, makanya kerja kita bagaimana akidah umat supaya selamat, tentu harus dengan syariat termasuk juga ukhuwat, karena dakwah tidak bisa sendirian,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, dalam Rakerwil, pihaknya menetapkan salah satu program yakni pengkaderan dengan nama Akademi Dakwah Indonesia. Alumninya akan dikirim ke Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) di Jakarta.

“Itu harus dibangun, R. Hasilnya nanti bisa diterjunkan ke masyarakat, bahkan ada juga ke pendidikan,” ucapnya.

Walikota Serang Syafrudin mengaku pihaknya mendukung program yang digagas dalam Rakerwil Dewan Dakwah, termasuk juga dengan peresmian Masjid Khoiru Ummah. Sehingga diharapkan keberadaannya memberikan manfaat dan menyebarluaskan keislaman.

“Kami hadir di Rakerwil Dewan Dakwah Provinsi Banten ini sebagai bentuk dukungan pemerintah atas kegiatan tersebut. Alhamdulillah di tengah pandemi seperti ini, kegiatan dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” ucapnya.

Ia pun berharap dengan digelarnya Rakerwil tersebut diharapkan mampu menyepakati program-program yang dapat mendongkrak kualitas manusia di Banten, khususnya di Kota Serang.

“Rakerwil ini kami harapkan dapat menghasilkan program-program yang lebih baik lagi untuk Banten, khususnya kota serang. Dengan melakukan evaluasi atas program yang sebelumnya telah dilaksanakan,” ucapnya.

  • Bagikan