Di Rumah Saja Bersama Kucing, Kenapa Tidak?

  • Bagikan

Pandemi COVID-19 yang tak kunjung reda cukup berdampak pada tingginya angka stress yang dialami masyarakat.

Betapa tidak, masyarakat yang biasanya bebas bersosialisasi, kini harus mengurangi intensitas bertemu orang, karena harus menjaga jarak.

Seperti yang dialami pekerja kantoran, di tengah pandemi COVID-19, sebagian dari mereka harus bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH).

Anak-anak yang biasanya bermain bersama teman sekolahnya, kini juga harus melakukan belajar dari rumah secara online.

Aktivitas di rumah saja ini sekilas sederhana, tetapi karena terlalu lama bisa menyebabkan kejenuhan dan ujungnya adalah stress.

Untuk menghilangkan stress tersebut ada banyak cara yang bisa dilakukan, salah satunya adalah bermain dengan binatang piaraan.

Kucing adalah binatang piaraan yang umum dipelihara oleh masyarakat Indonesia.

Kucing bisa menjadi pilihan tepat karena mudah bersahabat dengan manusia dan tidak memerlukan keahlian khusus untuk merawatnya.

Tingkah kucing yang lucu dapat membuat seseorang tertawa dan bahagia sepanjang hari. Tawa dan kebahagiaan adalah benteng serangan stress paling ampuh. Selain memiliki tingkah yang lucu, kucing juga dapat merespon suara dan sentuhan.

Sebagai contoh kucing bisa merespon saat dipanggil manusia dan akan manja saat dielus-elus bagian kepala dan dagu.  Selain itu kucing juga bisa diajak komunikasi, dia bisa merespon saat dimarahin, diajak curhat, bahkan ketika akan ditinggal bepergian.

Karakteristik kucing dapat dibentuk ketika kucing dipelihara sejak usia dini. Mulai dari kebiasaan makan, minum, bahkan sampai dengan buang air besar dan kecil.

Kucing biasanya tidak bisa melakukan aktivitas rutin di luar kebiasaan, seperti kucing yang terbiasa buang air besar di pasir, dia hanya akan buang air besar ketika disediakan pasir di kandangnya.

Melatih kebiasaan kucing sebenarnya susah-susah gampang. Tetapi disinlah seninya merawat, seseorang akan sangat senang ketika si kucing bisa melakukan apa yang diajarkan meskipun terkadang itu hanyalah hal sederhana.

Dengan merawat kucing seseorang bisa meluapkan emosi dan kegembiraan yang bisa menjadi salah satu alternatif untuk meredakan stress di masa pandemi.

Susu kucing Top Growth hadir dengan kemasan sachet 30 gram dan box 250 gram

Namun demikian, kita harus tetap memperhatikan aspek kesehatan hewan dengan cara memberikan nutrisi yang baik serta melakukan check-up berkala ke dokter hewan.

Salah satu nutrisi yang direkomendasikan adalah susu Top Growth.

Susu kucing Top Growth ini memiliki kandungan ultra-digestible protein dan memiliki kandungan lactose agar menyerupai susu induk kucing untuk menjaga sistem pencernaan.

Selain itu, Top Growth memiliki kandungan kalsium dan fosfor yang penting untuk pembentukan tulang, gigi, serta menjaga keseimbangan cairan dan berbagai reaksi metabolisme.

Susu Top Growth mudah didapatkan karena telah menjangkau seluruh wilayah di seluruh Indonesia. Susu kucing ini hadir dengan kemasan sachet 30 gram dan box 250 gram.

Salah satu selebritis yang merekomendasikan susu Top Growth ini adalah Tyas Mirasih.

Dalam postingan video di Instagram tertanggal 20 Oktober, Tyas mengatakan susu Top Growth baik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak kucing. Sehingga para pecinta kucing tidak perlu khawatir seandainya anak kucing tidak disusui induknya. (*)

  • Bagikan